Mengenal EcoRanger, Komunitas Warga Pengelola Sampah di Banyuwangi, Lampung Bisa Contoh Nih

oleh -
Menteri BUMN Erick Thohir saat melihat tim EcoRanger di Banyuwangi, Minggu (18/9/2021). FOTO: Dok. Greeneration Foundation

Jawa Timur – Kabupaten Banyuwangi yang terletak di ujung timur pulau jawa termashyur akan pesona alam destinasi wisatanya. Mulai dari pegunungan, taman nasional, budaya, hingga pantai dimiliki kabupaten yang khas dengan Tarian Gandrung ini. Potensi tersebut membuat industri pariwisata di Banyuwangi berkembang pesat.

Sayangnya, peningkatan geliat pariwisata diikuti dengan pertumbuhan produksi sampah di banyuwangi yang juga meningkat sekitar 15,33 persen per tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Banyuwangi perlu ditunjang dengan adanya sistem pengelolaan sampah yang optimal.

Konsep pengelolaan sampah menjadi energi atau yang populer disebut Waste to Energy lahir dari paradigma bahwa sampah bukan barang yang tak bernilai. Konsep ini membuka peluang transformasi sampah menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan lagi untuk berbagai kebutuhan.

Konsep yang dipilih adalah penggunaan biodigester untuk menghasilkan gas metan sebagai sumber energi kompor atau penerangan.

Selain itu ada EcoRanger yang berkolaborasi dengan Angsa Purba juga menampilkan Electra Swan motor antik hasil restorasi motor tua dengan modifikasi futuristik, yaitu konversi bensin menjadi energi listrik dengan daya baterai isi ulang yang diapresiasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir saat melihat motor garapan EcoRanger di Banyuwangi, Minggu (18/9/2021). FOTO: Dok. Greeneration Foundation

Program EcoRanger dari Greeneration Foundation berkesempatan untuk berkolaborasi bersama Bank Mandiri mengolah sampah di kawasan Pariwisata di Banyuwangi.

M.Bijaksana Junerosano selaku putra asli Banyuwangi serta Founder dari Greeneration Foundation, menyampaikan penjelasan tentang EcoRanger.

“EcoRanger adalah program intervensi dan solusi permasalahan sampah di kawasan pariwisata selama tiga tahun dengan memberdayakan dan mengembangkan kapasitas warga/komunitas lokal,” ungkapnya dalam siaran pers yang diteriam diskursusnetwork.com, Minggu (18/9/2021).

Ia menargetkan di tahun ke-4 sudah bisa berkelanjutan secara mandiri tanpa bergantung pada Greeneration Foundation.

Menanggapi semangat dan inisiatif EcoRanger dalam mengembangkan konsep pengolahan sampah menjadi energi, Erick Thohir menyatakan dukungannya.

“Semangat untuk tim EcoRanger dalam mengelola sampah khususnya di kawasan pariwisata,” ungkap Erick Thohir.

Bak gayung bersambut, langkah kolaborasi ini diharapkan dapat terealisasi di 2022 demi meningkatkan persentase pengolahan sampah dan mampu dikonversi menjadi energi terbarukan sehingga bermanfaat bagi sektor pariwisata dan masyarakat sekitar.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memacu percepatan solusi penanganan sampah yang saat ini masih tertinggal dari laju produksi sampah di Indonesia,” pungkasnya. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.