Diduga Tak Mahir Berenang, 2 Anak Ditemukan Tewas Tenggelam

oleh -16 Dilihat
Diduga Tak Mahir Berenang, 2 Anak Ditemukan Tewas Tenggelam
Diduga Tak Mahir Berenang, 2 Anak Ditemukan Tewas Tenggelam

Pringsewu- Diduga tidak mahir berenang dua anak ditemukan tewas tenggelam di aliran sungai di Pekon Klaten, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung pada Rabu (29/6/22) siang.

Korban diketahui bernama Abdul Halib (10) warga Pekon setempat dan Desta Valechia (7) warga Dusun Buluwangi Pekon Bulurejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat meminta izin kepada orang tuanya pergi mencari belut .

Diceritakan Kapolsek, Sekitar pukul 12 siang, korban Abdul Halib pamitan kepada ibunya untuk mencari belut bersama Desta Valechia. Setelah beberapa jam pergi, kedua korban tidak kunjung pulang maka ibu korban cemas dan menyuruh suaminya, Eko Wahyudi, untuk mencari keberadaan korban.

Sekitar pukul 15.00 Wib, Eko Wahyudi dengan dibantu beberapa warga mencari keberadaan korban disekitar aliran sungai Klaten dan kemudian menemukan dua pasang sandal jepit di bahu sungai. Eko Wahyudi pun mengenali bahwa salah satu pasang sandal jepit tersebut adalah milik Abdul Halib.

Diduga Tak Mahir Berenang, 2 Anak Ditemukan Tewas Tenggelam
Diduga Tak Mahir Berenang, 2 Anak Ditemukan Tewas Tenggelam

Karena curiga anaknya tenggelam, saksi langsung nyebur dan menyelam kedasar kesungai yang memiliki kedalaman sekitar 1 meter untuk mencari anaknya.

“Benar saja, tidak lama mencari saksi menemukan anaknya dalam posisi tenggelam di dasar sungai, setelah itu langsung dievakuasi ke pinggiran sungai,” ujar Kapolsek Gadingrejo saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (30/6/22).

“Berselang tidak lama korban kedua (Desta Valechia) ditemukan tersangkut di bebatuan masih dialirkan sungai Pekon Klaten yang berjarak 50 meter dari lokasi penemuan korban Abdul Halib,” terang iptu Anwar Mayer.

Keluarga Korban mengaku sudah menerima dan mengiklaskan kepergian korban serta menyatakan tidak bersedia dilakukan proses outopsi. Berdasarkan hal ini, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

“Kami ingatkan kepada seluruh orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya terutama yang berada di sekitar aliran sungai. Kami juga berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali,” imbuh Kapolsek. (Red, DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.