Petani Kopi di Lampung Barat Lirik Potensi Legitnya Bisnis Kayu Manis, Hingga Rp70 Ribu/Kg

oleh -
Kayu manis saat sedang dijemur. FOTO: Tim DN

Lampung Barat – Apa yang sedang dijemur itu bukanlah kulit kayu biasa. Ya, itulah yang biasa disebut kayu manis. Salah satu bahan penyedap masakan yang kerap kita lihat di dapur-dapur ibu kita.

Kayu manis kini menjadi salah satu komoditas andalan sebagian warga petani di Desa Pancur Mas, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat.

Produksi kayu manis terbilang cukup rumit dan memakan waktu. Kulit pohon kayu manis terlebih dahulu disesek atau disayat dari batangnya. Pohonnya pun dipilih yang sudah berumur di atas tujuh tahun, dengan ketebalan kulit lebih dari satu centimeter.

Petani sedang menolah kayu manis di Lampung Barat./FOTO: Tim DN

Kulit pohon lalu dikumpulkan dan dikerik bagian luarnya dengan pisau khusus dan butuh keterampilan khusus pula. Proses itu wajib dilakukan sebelum selanjutnya dijemur di bawah terik matahari.

Menurut para pembuat bumbu kayu manis didesa tersebut, bila matahari selalu terik sepanjang hari, kulit pohon kayu manis bisa kering hanya dalam tiga hari.

Membuat kayu manis dilakukan petani disela-sela menunggu kebun kopinya siap dipanen. Apalagi kini harga kayu manis bisa mencapai Rp70 ribu perkilogramnya.

Kayu manis kering setelah selesai dijemur./FOTO: Tim DN

“Jika mengandalkan hasil kebun kopi saja pasti tidak cukup. Karena setahun kebun saya menghasilkan sekitar 2-3 ton, itupun kalau lagi bagus. Kalau hanya untuk makan sehari-hari cukup, tapi kalau untuk membeli yang lain-lain tidak cukup,” ungkap Suardi, salah satu petani kopi warga Desa Pancur Mas, yang menekuni produksi kayu manis, Minggu (10/10/2021).

Mereka juga merasa tidak kesulitan menjual komoditas kayu manis, sebab para tengkulak biasanya sudah menunggu dan langsung mengambil ke rumah mereka. Kini dalam setahun, produksi kayu manis di Desa Pancur Mas bisa mencapai 60 ton. (Tim DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.