Inspiratif…Gunakan Arang dan Pasir, Tim Itera Bantu UMKM Tahu Jaga Kualitas Air

oleh -
Tim Itera saat bantu UMKM Tahu di Lamsel. FOTO: itera.ac.id

Lampung – Siapa sangka arang batok kelapa dan pasir pantai di Lampung bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas air.

Penelitian itu dipublikasikan dosen dan sejumlah mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera.

Mereka melakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terkait peningkatan kualitas air, pada pengrajin tahu di Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan (Lamsel), sejak pertengahan September 2021 lalu.

“Tim kami mengambil tema peningkatan kualitas air untuk proses produksi tahu pada UMKM,” ungkap Ketua Tim Rizqi Wahyudi selaku dosen, dilansir dari itera.ac.id, Minggu (26/9/2021).

Ia dan beberapa mahasiswanya memanfaatkan arang batok kelapa dan pasir pantai tersebut untuk menyaring air, sehingga produk tahu yang dihasilkan lebih higienis.

“Bisa juga untuk meminimalisir adanya unsur-unsur yang tidak direkomendasikan ada dalam olahan makanan,” ungkap Yudi, sapaan akrab Rizqi Wahyudi.

Ia menjelaskan, bahwa media yang digunakan pada filter air ini merupakan media ramah lingkungan yang dapat ditemui di sekitar desa.

Prinsip sederhana dari filter air ini adalah menyaring air yang diambil dari sumur.

“Air lalu ditampung pada tandon, hingga kemudian dialirkan kepada instalasi filter sebelum air digunakan,” paparnya.

Filter air ini diklaim sangat mudah diaplikasikan dan proses perawatannya juga tidak terlalu sulit, dan tidak seperti filter air umum yang biasa dijual.

Yudi dan timnya berharap pengabdian mereka di masyarakat bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya UMKM pembuatan tahu dan tempe, untuk penting menjaga kualitas air yang digunakan untuk produksi mereka. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.