Menengok Peternakan Madu Suhita Batu Putuk, di Teluk Betung Bandar Lampung

oleh -40 Dilihat

Bandar Lampung – Bagi yang penasaran dan belum pernah berkunjung ke lokasi peternakan madu, Suhita Bee Farm bisa menjadi salah satu rekomendasi buat anda dan keluarga. Berada di lahan sekitar 1 hektar, lokasi yang mulai dikelola dari tahun 2019 ini menjadi tempat edukasi. Suhita Bee Farm yang terletak di jalan Batin Mangku Negara, Batu Putuk, Teluk Betung Utara kota Bandar Lampung, pengunjung bisa melihat rumah lebah Tetrigona, lebah tanpa sengat, dan bersayap putih.

Madu yang dihasilkan lebah Tetrigona ini terbilang mahal karena ketersediaan lebah Tetrigona di alam sangat sedikit. Harga per kg bisa mencapai Rp.1,7 juta. Isnina yang saat ditemui sedang mengambil madu Trigonam, mencoba memberikan kepada tim Diskursus Network untuk merasakan kenikmatan madu dari sarangnya langsung di Suhita Bee Farm.

Menurut Isnina, lokasi peternakan madunya tak hanya untuk kepentingan bisnis saja, tetapi di lokasi ini, bisa dijadikan sebagai tempat edukasi. Pengembangan madu tidak hanya diproduksi di Suhita, tetapi juga ada di Way Kanan termasuk di Bandar Lampung tepatnya di Itera. Untuk panen, biasanya dilakukan dalam waktu 40 hari.
Madu dikenal memiliki segudang manfaat, misalnya, untuk mengobati penderita asma dan autoimun, menjaga kesehatan agar tubuh tetap bugar dan masih banyak lagi tentunya.

Menurut Isnina, peternakan lebah di Batu Putuk ini dikhususkan untuk edukasi lebah. Ada sekitar 30 lebih kotak koloni lebah di peternakan tersebut dan hanya dipanen untuk menerima kunjungan berbagai instansi, organisasi, sekolah, perguruan tinggi dan komunitas yang belajar tentang lebah ke Suhita Bee Farm.

Untuk proses panen madu suhita sendiri tidak bisa langsung dikemas di dalam botol, tetapi masih ada tahapan-tahapannya agar kualitas madunya terjaga. Saat sudah melalui beberapa tahapan, madu suhita dibedakan madunya berdasarkan jenis lebah, jadi setiap spesies lebah madu akan menghasilkan karakter madu yang berbeda.
Untuk penurunan kadar air, Suhita Bee Farm tidak menggunakan proses pemanasan maupun pemasakan, tapi menggunakan metode dehumidifikasi yaitu dengan menghamparkan madu pada nampan foodgrade di ruangan tertutup serta kedap udara menggunakan suhu dibawah 35 derajat celcius.

Proses penurunan kadar air dan pengemasan Madu Suhita dilakukan di Rumah Kemas Suhita di Jalan Purnawirawan I, Langkapura, Kemiling, Bandar Lampung. Kemasan produk Madu Suhita mulai dari 200 gram, 350 gram, 385 gram, hingga 850 gram. Produk sudah tersedia retail di mal-mal besar di Bandar Lampung, apotik apotik besar, juga banyak reseller di toko-toko baby shop, serta penjualan online di beberapa market place. Untuk menghasilkan madu yang berkualitas, Suhita Bee Farm menanam berbagai tumbuhan yang berpotensi menghasilkan nektar, misalnya tumbuhan akasia mangium, bunga kaliandra, pohon durian dan air mata Pengantin. (liting – Diskursus Network)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.