Kadivpas Bentuk Tim Ungkap Kematian RF Narapidana LPKA

oleh -15 Dilihat
ilustrasi

Bandar Lampung  – Tewasnya RF narapidana 17 tahun yang diduga tewas di keroyok rekan satu selnya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Bandar Lampung, menimbulkan tanda tanya besar bagi pihak keluarga.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaedi mengungkapkan tim yang telah dibentuk telah turun untuk melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak, untuk mendalami kasus tersebut.

“Kita telah membentuk tim, untuk mendalami dan melakukan pemeriksaan di LPKA,” kata dia Farid Junaedi pada Rabu,  (13/7/2022).

LPKA pun diungkapkannya telah membuat tim, untuk mendalami kasus tersebut. Jika terbukti ada penganiyayaan, maka kasus tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian.

Menurut Farid, penjagaan yang dilakukan di LPKA biasa saja, sebab yang ada di lapas tersebut dinilai masih anak-anak.

Sementara itu, Adrian Saputra selaku kakak kandung dari RF, mengatakan pihak keluarga merasa kecewa terhadap kelalaian pihak lapas, yang menyebabkan meninggalnya korban.

“Kami merasa kecewa terhadap pihak Lapas, karena mereka lalai sehingga adik kami sebagai warga binaannya sampai sekarat baru di bawa ke rumah sakit,” ungkapnya usai prosesi pemakaman korban.

Menurutnya, pihak keluarga juga sudah mendengar pengakuan dari empat narapidana yang melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Mereka mengaku bahwa telah memukul korban. Saksinya dari petugas Lapas dan keluarga kami,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang warga binaan yang masih dibawah umur berinisial RF (17) warga Bandar Lampung yang baru menjalani hukuman selama 45 hari meninggal dunia diduga karena dikeroyok rekan satu sel. RF meninggal dunia sehari setalah menjalani perawatan di RS Ahmad Yani Metro, pada Selasa 12 Juli 2022. (ilham)

Baca : Diduga Dikeroyok, Narapidana di LKPA Berusia 17 Tewas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.