Petani Lampung Berhenti Pakai Kimia! Pakai Ikan Ini Untuk Atasi Hama Wereng Coklat

oleh -
Ikan Mas (cyprinus carpio) yang bisa menjadi pengendali hama wereng. FOTO: Istimewa

Tanggamus – Hasan (32), seorang petani di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus sedang senang. Sebab tanaman padinya sudah keluar terlihat merata serta tampak subur dan sehat. Tidak ditemui serangan hama penyakit yang berarti.

Padahal, beberapa waktu sebelumnya rasa kekhawatiran akan gagal panen mengehantui. Serangan hama wereng batang coklat (WBC) menyerang hebat. Pada akhir Juni 2020 lalu, WBC menyerang areal persawahan di Kabupaten Tanggamus.

Serangan puncak WBC terjadi pada Agustus-September. Menurut catatan Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus, seluas 1.501 hektar terdampak serangan WBC tersebar di 20 kecamatan.

Menurut Hasan, belasan hari setelah tanam serangan wereng sangat luar biasa. Para petani dibuat cemas. Penyemprotan insektisida diluar kebiasaan. Hampir satu minggu tiga kali untuk membasmi hama ini.

Namun Hasan, petani yang cinta pertanian organik ini, teguh pada prinsipnya. Ia tidak mau menggunakan racun kimia sama sekali.

Saat serang WBC, Hasan membeli benih ikan mas (cyprinus carpio) ribuan ekor. 12 petak sawah miliknya ditabur benih ikan seukuran jari.

Tanaman padi Hasan yang terserang WBC anakan dan dewasa berjatuhan ke air genangan sawah. Benih-benih ikan tersebut melahap serangga serangga ini. Kegiatan ini Hasan lakukan setiap hari. Padinya kemudian menjadi subur, sehat, dan menghijau.

Roni Sepriyono, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus pun gencar membagikan inovasi ini.

“Sekarangan sudah masanya meninggal pertanian konvensional, pertanian sekarang wajib mengarah ke kestabilan alam atau istilah awamnya pertanian organik,” ungkapnya pada Selasa (21/9/2021).

Ikan mas menurutnya merupakan jenis ikan yang paling baik dipelihara di sawah, karena ikan tersebut dapat tumbuh dengan baik meskipun di air yang dangkal. Serta lebih tahan terhadap panas matahari.

“Ikan Mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan itu dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150-600 meter di atas permukaan air laut dan pada suhu 25-30 derajat celcius dengan keasman air antara 7-8,” ungkapnya.

Larva Ikan Mas memakan plankton nabati yang berukuran 100-300 mikron. Pada umur 5 hari tersebut ukuran larva mencapai 6 mm-7 mm. Pada umur 1 bulan, ukuran normal larva mencapai 25 mm-30 mm dan ukuran organisme yang bisa ditelan berkisar antara 0,5 mm-2,0 mm.

“Sekalipun Ikan Mas menyukai makanan alami berupa plankton, namun kebiasaan ini berubah secara berangsur-angsur seirama dengan perkembangan dan pertumbuhannya. Ikan mas dikenal sebagai hewan air pemakan segala (omnivora). Ikan Mas dewasa relatif rakus menelan semua jenis makanan alami,” pungkasnya. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.