Waspada PMK Kelompok Ternak di Bandar Lampung Jaga Kebersihan Kandang

oleh -
Pemkot Bandar Lampung meberikan semperotan disifektan ke kandang

Bandar Lampung – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tengah menghantui Provinsi Lampung, yang terjangkit sebanyak 47 ekor sapi da satu ekor dinyatakan mati.

Untuk antisipasi penyebaran PMK di Kota Bandar Lampung, instansi setempat pun rutin mengecek kesehatan hewan ternak hal ini pun sangat membantu peternak lokal.

Salah satu peternak sapi di Bandar Lampung, Bahrun Choli mengatakan peternak sapi yang ada di wilayah ini seluruhnya tergabung dalam kelompok ternak makmur bersama sejak tahun 2014.

“Dalam kelompok ternak ini, berkomitmen menjaga kandang dengan sistem tetap menjaga lingkungan,” ungkap Bahrun pada Sabtu (21/5/2022).

Diungkapkannya, jangan sampai kotoran sapi menimbulkan bau yang kurang sedap dan juga keluar dari kandang, sehingga diupayakan menjadi pupuk untuk kebutuhan warga.

“Tai sapi kita olah menjadi pupuk, dan sudah ada perusahaan yang menerima dari Kabupaten Pringsewu,” katanya.

Sehingga ternak warga disini, berkomitmen menjaga lingkungan dar kotoran sapi. Sehingga sejak berdiri sampai dengan saat ini tidak ada warga yang merasa dirugikan.

Pihaknya pun menganjurkan warga yang butuk pupuk untuk datang ke kandang, sebab urine dan kotoran sapi sudah diolah menjadi pupuk.

“PMK sangat berdampak bagi peternak kelompok seperti kami, sebab pembeli sangat teliti kesehatan sapi. Tapi kita bersyukur dinas rutin melakukan pengecekan terhadap hewan,” tegasnya.

Kebersihan kandang itu yang paling utama, di semprot diinfektak tiga hari satu kali dan air pun selalu dihitung kadar, temasuk pakan dari sapi selalu dijaga.

Diketahui bahwa, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melakukan pemeriksaan PMK terhadap hewan ternak di 15 peternakan di kota dalam upaya mengantisipasi menyebarnya penyakit tersebut.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ditemukan PMK di 15 peternakan yang menjadi binaan kita, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bandarlampung, Agustini.

Ia pun meminta agar pemilik peternakan dapat menjaga kebersihan kandang ternaknya dengan rutin menyemprotkan disinfektan agar hewan ternak mereka terhindar dari PMK.

“Untuk pemeriksaan hewan ternak di 15 peternakan binaan ini memang rutin dilakukan apalagi sejak PMK merebak kami lebih intensif lagi melakukan langkah-langkah antisipasi,” ujarnya.

Terkait menjelang Idul Adha, ia pun mengimbau agar lapak-lapak hewan kurban dadakan di Bandarlampung agar tidak mengambil kambing dan sapi dari daerah yang sudah terjangkit PMK di Lampung.

“Karena memang kan kita bukan daerah sentra maka kami selalu berkomunikasi dengan kelompok-kelompok penjual hewan ternak agar mereka tidak mengambil dari daerah yang telah terjangkit PMK,” kata dia.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak panik, namun harus lebih selektif lagi dalam memilih hewan kurban yang masuk ke kota ini dari luar daerah menjelang Idul Adha. (Red, DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.