Kirim Bantuan ke Tiga Kecamatan Terdampak Banjir Bandang, Risma Minta Masyarakat Jaga Alam

oleh -
Kondisi usai banjir di Kabupaten Boolang Mongondow, Sulawesi Utara. FOTO: Antara

Diskursus Network – Menteri Sosial Tri Rismaharini berharap tidak terjadi lagi perusakan-perusakan dan penebangan liar yang terjadi untuk mencegah terjadinya banjir.

“Hal paling penting adalah tidak ada lagi perusakan-perusakan serta penebangan liar yang terjadi,” sebut Risma saat mengunjungi Desa Batu Merah, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut, dilansir dari Antara, Sabtu (2/10/2021).

Merawat lingkungan menurut Risma harus dilakukan secara bersama-sama serta saling menjaga agar tidak menimbulkan dampak buruk ke depan.

Ia juga akan menyampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait hal ini.

“Kita harus lakukan bersama-sama. Menjaga lingkungan merupakan tugas bersama, baik pemerintah maupun masyarakat,” terusnya.

Kementerian Sosial (Kemensos) juga mengalokasikan anggaran untuk perbaikan kerusakan rumah warga, namun masih akan menunggu data dari pemerintah daerah.

Risma juga menyempatkan waktu menyapa anak-anak di tenda Layanan Dukungan Psikososial (LDP) sambil berharap tetap semangat dan tidak lupa belajar.

“Tetap semangat ya. Jangan lupa belajar supaya menjadi anak pinter,” ungkapmua sambil membagikan paket makanan anak.

Dirinya juga menyapa sebagian warga yang ditemui dan meminta bersabar atas bencana yang terjadi.

“Tetap sabar ya, dan terus berdoa semoga kondisi segera pulih seperti sedia kala,” katanya.

Bagi penyintas banjir, Kemensos menyiapkan bantuan berupa tenda serba guna merah putih satu unit, makanan siap saji 120 paket/10 dus, makanan anak 120 paket/20 dus, selimut 100 lembar, ‘kid ware‘ 10 paket, dan ‘family kit‘ 50 paket.

Lalu ‘foodware‘ lima paket, tenda gulung 100 lembar, perlengkapan dapur 35 paket, matras 50 lembar, kasur lipat 20 lembar, dan beras reguler satu ton.

Total nilai bantuan yang didistribusikan Kemensos di Kabupaten Bolaang Mongondow sebesar Rp 146.772.700.

Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) memberikan respon cepat sejak awal bencana banjir bandang yang menghantam wilayah tiga kecamatan disana menjelang akhir September lalu. Sebanyak hampir 1.000 kepala keluarga terdampak dan masih mengungsi.

Bersama unsur-unsur penanganan bencana lainnya, Tagana melakukan pendataan serta kaji cepat di lokasi terdampak, mendistribusikan bantuan, mendirikan tenda pengungsian, mengevakuasi korban ke tempat aman dan melakukan kegiatan Layanan Dukungan Psikosial. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.