Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak Meningkat, HMI: Dinas PPPA Lampung Jangan Hanya Seremonial

oleh -
Ilustrasi : kekerasan terhadap perempuan

Bandar Lampung – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menyoroti maraknya tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Bandar Lampung.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA), sebanyak 132 kasus terjadi di Bandar Lampung hingga akhir Oktober 2021. Jumlah tersebut tergolong tinggi di Lampung yang secara total terdapat 783 kasus.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Bandar Lampung Feby Satria menilai pemerintah Kota Khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (PPPA) harus punya langkah-langkah strategis dalam menindaklanjuti hal tersebut.

Bandar lampung lanjut Feby, sebagai jantung dan wajah Provinsi Lampung seharusnya menjadi contoh bagi daerah yang lain terkhusus dalam hal kesadaran dan kemajuan masyarakatnya untuk melindungi perempuan & anak dari kasus kekerasan, ungkap Feby Satria kepada Diskursus Network Sabtu (6/11).

“dari segi penyadaran, memberikan sosialisasi dengan cara mengundang lembaga-lembaga terkait maupun perindividu bukan lagi cara yang tepat karna lebih nampak kegiatan tersebut hanya bersifat ceremonial belaka” ungkapnya.

Feby mengatakan, sebaiknya sosialisasi pencegahan yang digalakan harus dilakukan langsung dan tepat sasaran ke masyarakat agar substansinya tercapai. Di sisi lain untuk pelaku menurutnya, juga harus mendapatkan hukuman yang setimpal agar bisa menjadi efek.

“HMI Cabang Bandar Lampung akan memberikan perhatian penuh terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Segara kami akan bertemu Wali Kota Bandar Lampung. Harapannya kedepan masyarakat jangan lagi segan-segan melaporkan jika mengalami tindak kekerasan agar bisa mendapat perlindungan hukum” pungkasnya. (Red, DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.