Ratusan Situs Pemerintah Indonesia Disusupi Judi Online, Pakar: Perkuat Keamanan!

oleh -

Diskursus Network – Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha memandang penting memperkuat keamanan siber pada situs milik pemerintah agar tidak sebagai tempat situs judi online, menyusul sejumlah website pemerintah yang menjadi korban deface web.

Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Dr Pratama Persadha mengemukakan hal itu melalui percakapan WhatsApp kepada Antara di Semarang, ketika merespons pemberitaan mengenai peretasan terhadap sejumlah situs milik pemerintah, kemudian menjadikan website ini tempat situs judi online.

Hingga Senin (18/10/2021), hingga pukul 07.00 WIB situs milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah menjadi korban deface web (perusakan situs web) dengan alamat uniform resource locator (URL) https://dlhk.jatengprov.go.id/app.

Serangan terhadap situs web ini mengubah tampilan visual situs web atau halaman web, seperti pada situs milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah (dlhk.jatengprov.go.id) yang salah satu halamannya menampilkan situs judi online tersebut.

Menurut Pratama, tidak hanya situs DLHK Provinsi Jateng, tetapi sejumlah situs juga disusupi judi online, antara lain ntb.polri.go.id; ibkwu.polije.ac.id; dindikbud.purbalinggakab.go.id; kab-sleman.kpu.go.id; dan informasi.ftke.trisakti.ac.id juga.

Berikutnya, dim.telkomuniversity.ac.id; dinaspupr.bandaacehkota.go.id; pgrijember.or.id; dan www.harapankeluarga.co.id pula.

Bahkan, kata dia, ada ratusan situs pemerintah yang telah disusupi oleh judi online yang dikarenakan kelemahan pada sistem web sehingga pelaku mudah sekali masuk, kemudian pasang iklan tersebut.

Pakar keamanan siber ini menjelaskan bahwa pelaku mudah sekali meretas situs pemerintah dan lembaga negara karena memang pengamanan masih lemah. Terkait dengan pengamanan ini belum menjadi budaya yang mengakar.

“Selama ini situs pemerintah menjadi korban deface web, kini mulai menjadi tren diretas untuk dijadikan situs judi online,” kata Pratama yang juga dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Setelah situs itu diretas, kata Pratama, dibuatlah satu URL pada domain yang diretas oleh pelaku yang susah untuk dilacak dan tidak mudah diketahui oleh pemilik sistem tersebut.

Ia mengutarakan bahwa peretas memanfaatkan situs pemerintah karena bisa menaikkan rating iklan judi online. Hal ini mengingat masyarakat umum sering membukanya untuk mencari suatu informasi atau pelayanan publik.

“Akar permasalahannya memang karena masih banyaknya kerentanan di website pemerintah. Walaupun di beberapa pemerintahan daerah sudah ada computer security incident response team (CSIRT), kadang mereka merespons ketika insidennya kelihatan dan ketahuan,” katanya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.