Kisah Hidup Ting, Pedagang Pempek Keliling Yang Berjualan Demi Sesuap Nasi

oleh -0 Dilihat

Bandarlampung- Hidup terus berputar, kita tak akan pernah tahu seperti apa nasib membawa, yang pasti setiap mahluk harus terus berusaha untuk bisa tetap bertahan hidup.

Hal ini juga dirasakan Ting, pria berusia 56 tahun asal Lampung Tengah yang merantau ke kota Bandar Lampung. Ting yang tinggal di Gang Pisang, Gedong Air, Tanjung Karang Barat ini sehari-harinya berjualan pempek keliling dengan berjalan kaki.

Usianya yang tak muda lagi tidak menyurutkan semangat juangnya untuk tetap bisa bertahan hidup di tengah sulitnya mencari kerja.
Tinggal di rumah kontrakan yang ia sewa Ting hanya bisa berharap dari hasil penjualan pempek untuk bisa membeli sesuap nasi.

Tak kuat berjalan jauh, Ting memilih hanya menjajakan dagangan pempeknya dari lokasi yang masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Panas, terik, hujan sudah menjadi sahabat Ting selama berjualan pempek di jalan.

Ting menjelaskan ia berjualan pempek keliling dengan berbagi hasil. Ting hanya menjajakan saja sementara hasil penjualan harus berbagi dengan pembuat Pempek. Dalam sehari ia hanya mampu menjual 30 sampai 40 biji, angka ini masih jauh dari harapan.

Ting menjajakan pempeknya perbiji dengan harga Rp3.000 dengan tiga varian yakni pempek adaan, pempek kulit dan pempek isi telor. Adapun sambal kuah dibuat dari cuka asli buatan rumahan.

Per hari Ting hanya membawa sekitar 80 biji pempek, mulai berangkat menjual dari pukul 10.00 pagi hingga larut malam atau sekitar pukul 23.00 WIB. Hasilnya pun hanya cukup untuk membeli makan.

Di usianya yang sudah tak muda lagi, Ting berharap selalu diberi kesehatan dan rejeki agak tetap bisa bertahan hidup. (Liting)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.