10 Tewas Akibat Kecelakaan Maut Cibubur, 3 Jenazah Sudah Diidentifikasi

oleh -0 Dilihat
10 Tewas Akibat Kecelakaan Maut Cibubur, 3 Jenazah Sudah Diidentifikasi
10 Tewas Akibat Kecelakaan Maut Cibubur, 3 Jenazah Sudah Diidentifikasi

Jakarta– 10 orang tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan truk Pertamina di Jl Transyogi, Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Senin (18/7) sekitar pukul 15.55 WIB. 3 dari 10 korban tewas sudah teridentifikasi.

Kasubdit DVI Polri AKBP Nugroho mengungkapkan data 3 jenazah yang sudah diidentifikasi. Berikut datanya:

1. Priyastini, 50 tahun, PNS TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor
2. Peltu Suparno, 51 tahun, TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor
3. Ardi Nurcahyanto, 23 Tahun, Ojol, warga Kalibaru, Cilodong, Depok.

Kecelakaan bermula saat truk tangki bermuatan bahan bakar itu melaju dari arah Cibubur menuju ke Cileungsi. Di lokasi, kondisi jalan menurun dan terdapat lampu lalu lintas.

Berdasarkan keterangan saksi, saat itu lampu lalu lintas berwarna merah. Artinya, ada sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di lokasi tersebut.

“Keterangan saksi di TKP (tempat kejadian perkara), itu sudah warna merah untuk trafficlight-nya,” kata Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanda.

Diduga, kecelakaan itu disebabkan karena kendaraan mengalami rem blong. Polisi juga menyatakan tak ditemukan ada tanda atau bekas pengereman di lokasi.

Aan menuturkan kepastian penyebab kecelakaan akan diusut lewat olah TKP. Kata dia, olah TKP akan merunut peristiwa dari sebelum, saat, dan setelah terjadi kecelakaan.

“Jadi semua nanti hasil olah TKP, pemeriksaan, semua yang terlibat pasti kami akan proses. Termasuk pihak-pihak pengelola jalan, apakah ada kelalaian di situ, kemudian pengusaha, ini masih berkembang,” ujarnya.

Aan turut menyebut pihaknya bakal mengevaluasi keberadaan lampu lalu lintas di lokasi kejadian. Sebab, keberadaan lampu lalu lintas itu disebut kerap menyebabkan insiden kecelakaan.

Bahkan, Aan menilai bahwa peristiwa nahas di Cibubur ini mirip dengan insiden truk maut di Balikpapan, Kalimantan Timur awal tahun lalu. Persamaan itu terlihat dari lokasi kecelakaan keduanya.

“Nanti kami ada FGD dengan stakeholder yang ada, kami akan berikan rekomendasi temuan di TKP. Mulai dari rambu, termasuk traffic light, nanti akan kelihatan manfaat maupun posisi di situ memungkinkan enggak menggunakan traffic light,” tuturnya.

“Ini persis kasusnya seperti Kaltim. Kaltim ini ada lampu merah pas turunan,” imbuhnya.

Terkait kecelakaan ini, polisi juga telah mengamankan sopir dan kernet truk tangki tersebut ke Polsek Jatisampurna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Masyarakat diimbau yang merasa keluarganya menjadi korban kecelakaan maut tersebut untuk melapor ke RS Polri.

Keluarga juga diminta untuk membawa data-data pendukung guna membantu proses identifikasi. Mulai dari KK, data sidik jari dan sebagainya. (Red, DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.