BI Sebut Ekonomi Lampung Tumbuh Positif 3,05 Persen

oleh -

Diskursus Network – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyebutkan kinerja ekonomi provinsi ini triwulan III 2021 tetap tumbuh positif sebesar 3,05 persen (yoy).

“Ekonomi Lampung itu ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor dan lapangan usaha (LU) Informasi dan Komunikasi di tengah perlambatan kinerja LU utama Lampung,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Yura A Jalins, dilansir dari Antara, Sabtu (7/11/2021).

Disebutkan, realisasi pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan III 2020 yang terkontraksi sebesar 2,41 persen (yoy).

Secara nominal, lanjutnya, perekonomian Lampung pada triwulan III 2021 berdasarkan ADHK (2010) sebesar Rp64,44 triliun.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Lampung ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor serta komponen pengeluaran lainnya yang masih tumbuh positif.

“Kinerja ekspor mengalami pertumbuhan 19,94 persen (yoy) yang dipengaruhi oleh masih berlanjutnya perbaikan kinerja perekonomian negara mitra dagang utama,” ujar Yura.

Adapun peningkatan ekspor didorong oleh peningkatan volume ekspor batu bara, kokas, dan briket 105,36 persen (yoy), lemak dan minyak hewan/nabati (31,97 persen (, yoy), ikan dan udang (35,18 persen (yoy), berbagai makanan olahan (28,34 persen (yoy), dan ampas/sisa industri makanan (26,59 persen( yoy).

Kinerja investasi tumbuh positif sebesar 3,63 persen (yoy), meski melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya. Adapun pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh kegiatan sektor konstruksi dan realisasi pengadaan semen yang tumbuh sebesar 7 persen (yoy), melambat jika dibandingkan dengan triwulan lalu 12,56 persen (yoy).

Selanjutnya, konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 2 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,34 persen (yoy), dipengaruhi oleh penurunan realisasi belanja pegawai dan belanja modal APBD, yang masing-masing terkontraksi sebesar 7,36 persen (yoy) dan 15,46 persen (yoy).

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh melambat dari 5,06 persen (yoy) pada triwulan II 2021 menjadi 2,01 persen (yoy) pada triwulan III 2021 yang dipengaruhi oleh terbatasnya mobilitas masyarakat akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di sisi lapangan usaha (LU), lanjut Yura, pertumbuhan perekonomian Provinsi Lampung ditopang oleh tetap kuatnya kinerja sebagian besar LU. Adapun pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja positif dari 2 (dua) LU utama Lampung yakni industri pengolahan (19,7 persen/PDRB) dan perdagangan (11,4 persen/PDRB) yang tumbuh masing-masing sebesar 7,23 persen (yoy) dan 10,23 persen (yoy).

Pertumbuhan pada LU industri pengolahan didorong oleh peningkatan produksi industri makanan dan minuman serta industri briket di Lampung Selatan yang kembali berproduksi pada triwulan III 2021.

Sementara itu, pertumbuhan pada LU perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor didorong oleh masih positifnya penjualan kendaraan bermotor seiring dengan berlanjutnya relaksasi PPnBM kendaraan bermotor sampai dengan Desember 2021. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.