Pemkab Lampura Bertekad Kembalikan Kejayaan Komoditas Lada Meski Banyak Tantangan

oleh -

Lampung Utara – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Pemkab Lampura) bekerjasama dengan Balai Karantina Kelas IA Bandarlampung, Pemerintah Provinsi Lampung, dan DPR RI menggelar bimbingan teknis ekspor lada hitam dan holtikultura di Hotel Graha Wisata Candimas, Abung Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Lampura Budi Utomo yang diwakili Asisten III bidang Administrasi Umum Sofyan mengatakan, Lampura identik dengan perkebunan lada meskipun saat ini jenis tanaman lainnya juga mengalami perkembangan. seperti kelapa sawit, karet, tebu, singkong, dan sebagainya. Namun bagi masyarakat, tanaman lada memiliki nilai historis dan budaya.

Bahkan, dahulu sebelum Lampura dipecah menjadi Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Pesisir Barat, wilayah Lampura ini menjadi wilayah terluas sebagai penghasil Lada di Provinsi Lampung.

“Maka tidak mengherankan jika tanaman lada ini menjadi salah satu bagian dari simbol lambang daerah Kabupaten Lampung Utara,” kata Sofyan, Minggu (31/10/2021).

Hanya saja, sambung Sofyan, saat ini luas lahan tanaman lada terus berkurang yang disebabkan berbagai hal. Antara lain karena masifnya peralihan lahan, penyakit tanaman, harga lokal yang rendah, dan faktor-faktor lainnya.

“Akan tetapi tantangan ini tidak boleh menyurutkan semangat kita. Apalagi mengingat nilai historisnya ditambah potensi serta besarnya peluang ke depan,” terus Sofyan.

Karena itu, Pemkab Lampura tetap berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan tanaman yang menjadi salah satu kebanggaan Provinsi Lampung.

Hadir juga pada kegiatan tersebut Anggota DPR RI  Hanan A. Rozak, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pertanian, Perwakian Otoritas Jada Keuangan (OJK), dan Anggota DPRD Lampura. []

Laporan Kontributor: Ardy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.