Mahasiswa UIN Lampung Dilaporkan ke Polisi Kasus Perkelahian, Kampus Bentuk Tim Investigasi

oleh -

Bandar Lampung – Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Hayatullah Islam mengaku belum mendapatkan informasi terkait mahasiswanya dilaporkan ke polisi, imbas perkelahian di kanti Fakultas Ushuluddin beberapa waktu lalu.

Menurut Hayat, panggilannya, pihak kampus juga telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi masalah perkelahian tersebut.

“Tim kami sudah bekerja dan menemukan beberapa petunjuk, ternyata korban bukan mahasiswa sini,” kata Hayatullah saat dikonfirmasi pada Jumat kemarin.

Hayatullah menambahkan, timnya juga sudah memanggil para mahasiswa yang terlibat untuk dimintai keterangan.

“Pihak kami juga sudah menyiapkan psikolog untuk membantu mahasiswa-mahasiswa ini agar bisa memberikan keterangan dengan benar,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kesulitan-kesulitan yang dialami tim investigasi adalah mahasiswa yang terlibat ini merupakan mahasiswa baru. Sehingga butuh upaya lebih untuk mendapatkan nama-nama mereka.

Mengenai laporan polisi yang dibuat korban ke Mapolresta Bandar Lampung, Hayat menilai hal itu merupakan hak korban.

Sebelumnya diketahui, salah satu korban dalam perkelahian berinisial IR (18) melaporkan apa yang dialaminya ke Polresta Bandar Lampung, pada Rabu (27/10/2021) lalu.

IR menjelaskan, perkelahian tersebut bermula saat ia datang ke UIN RIL untuk menemui teman-temannya. IR sendiri merupakan mahasiswa baru di Universitas Muhammadyah Lampung (UML).

“Waktu itu saya datang ke UIN dengan teman saya naik motor boncengan. Kemudian kami nyalip motor dia (disebutkan IR sebagai terlapor),” jelasnya.

Tidak terima disalip, terlapor kemudian menegur IR sambil berteriak dan mengikuti hingga ke parkiran kantin.

Lebih lanjut, IR juga mengaku bahwa ia sempat memukul terlapor terlebih dulu.

“Terus dia pergi dan saya minum di kantin bersama teman-teman. Tapi gak lama, dia datang lagi dan membawa rombongan. Sekitar 50-an orang. Saya cuma berenam, dan empat sempat lari tinggal saya berdua,” kisahnya.

IR mengaku dikeroyok tidak hanya dengan tangan kosong, namun juga dengan kursi dan gelas yang ada di kantin. Karena dikeroyok, IR sempat tidak sadarkan diri dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Atas kejadian itu, IR mengalami sejumlah luka memar dan luka di bagian kepala. []

Laporan Reporter: Anindita Aisyah Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.