BLT Diduga Tak Tepat Sasaran, Kajari Pringsewu: Kami Selamatkan Rp48 Miliar

oleh -
Kajari Pringsewu Ade Indrawan dan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi saat pendampingan hukum di Pekon Wates, Senin (25/10/2021)./FOTO: Anton

Pringsewu – Kejaksaan Negeri Pringsewu mengklaim telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp48 miliar dari dana desa (DD). Uang itu bersumber dari pendampingan hukum dari alokasi DD 2021 untuk bantuan langsung tunai (BLT).

“Total uang negara yang telah kami selamatkan sebesar Rp48.866.400.000,” kata Kajari Pringsewu Ade Indrawan saat melakukan pendampingan hukum di Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Senin (25/10/2021).

Pendampingan yang dilakukan untuk menghindari potensi penyaluran bantuan yang salah sasaran. Dimana ketidaktepatan sasaran bantuan bisa berakibat terjadi penguapan anggaran yang menimbulkan kerugian negara.

“Bisa berimplikasi kepada hukum pidana. Tapi ketika ada pendampingan hukum, berdasarkan penilaian kami  sudah tepat sasaran dan bisa menyelamatkan uang negara,” ungkapnya

Selain itu, Kajari Pringsewu mulai bulan ini melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) menerapkan instrumen pendampingan hukum terkait penyaluran bantuan melalui E-warong.

Dengan melakukan penerapan sistem harga barang sesuai harga pasar yang saat ini KPM belanjakan, lanjutnya, potensi kebocoran keuangan negara bisa dihindari.

“Katalisator harga dari Diskoperindag,” tambahnya.

Diketahui, dari 125 pekon/desa yang ada di Kabupaten Pringsewu, ada 2 pekon yang tidak mengikuti pendampingan hukum dari Kejari Pringsewu. Keduanya adalah Pekon Sukoharum dan Kutawaringin di Kecamatan Adiluwih.

Wakil Bupati Fauzi meminta kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon untuk mengatasi permasalah tersebut.

“Kenapa harus ada pekon yang tidak meminta pendampingan hukum, padahal ini kan bisa jadi momen agar kepala pekon melek hukum,” kata Fauzi. []

Laporan Kontributor: Anton Nugroz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.