BPS Catat Harga Gabah di Lampung Turun Dua Bulan Terakhir

oleh -
Kantor BPS Lampung/lampung.co

Lampung – Selama Agustus hingga September 2021, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 35 observasi pada Agustus dan 45 observasi pada September.

Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) yang berasal dari Kabupaten Pringsewu 6 observasi, Lampung Timur 10 observasi, Lampung Selatan 14 observasi dan Lampung Tengah 15 observasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat, terjadi penurunan harga gabah di petani dan di penggilingan pada periode Agustus-September 2021.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani pada September mencapai Rp 4.500 perkilogram (Kg) pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang yang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Pringsewu.

Data tersebut menunjukkan penurunan harga gabah petani pada Agustus 2021 yang sebelumnya mencapai Rp 4.900 per kg pada gabah kualitas GKP, dengan Varietas Ciherang yang terdapat di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.

Harga tersebut tetap lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp 4.200 per kg. Sedangkan harga gabah terendah pada bulan September 2021 mencapai Rp 3.900 per kg.

Harga tersebut menunjukkan penurunan bila dibandingkan harga gabah terendah pada Agustus 2021 kelompok kualitas GKP yaitu Rp 4.050 per kg, pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang yang terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Seiring dengan tren penurunan harga gabah pada September 2021, harga di tingkat penggilingan gabah tertinggi mencapai Rp 4.600 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Harga tersebut diatas HPP yaitu Rp 4.250 per kg.

BPS mencatat, pergerakan rata-rata harga gabah tingkat petani cenderung mengalami penurunan di beberapa lokasi sampel, penurunan harga tertinggi di Kecamatan Punggur, yang diikuti Kecamatan Seputih Raman, Lamteng dan Kecamatan Penengahan, Lamsel dari lokasi sampel tersebut terjadi penurunan harga hingga Rp 520 per kg.

Kepala BPS Lampung Faizal Anwar dalam keterangan persnya mengatakan, penurunan harga gabah tertinggi di tingkat petani memengaruhi hasil rata-rata panen gabah kualitas GKP yang diperjualbelikan, menjadi kurang baik yang ditinjau dari Kadar Air (KA).

“Merujuk pada rata-rata KA tercatat 20,00 persen pada Agustus 2021 dan 20,19 persen pada September 2021,” ungkapnya dilansir dari bps.go.id, Selasa (5/10/2021).

Faizal juga mengatakan, harga beras kualitas premium rata-rata turun dari semula Rp 9.375 per kg menjadi Rp 9.026 per kg.

“Sedangkan untuk harga beras kualitas medium juga mengalami penurunan yang semula Rp 8.422 per kg menjadi Rp 8.214 per kg,” terusnya.

Survei yang dilakukan terkait kualitas beras, didapati bahwa penurunan harga gabah tidak memengaruhi kualitas beras di pasaran. ()

Laporan Reporter: Suci Pebrina 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.