Mengenali Gejala Pendarahan Otak Seperti Dialami Tukul: Diawali Sakit Kepala & Pencegahannya

oleh -
Komedian dan Host Tukul Arwana./FOTO: Antara

Jakarta – Baru-baru ini dunia maya dihebohkan oleh pesohor senior Tukul Arwana. Sebab pria bernama asli Tukul Ariyanto yang selalu terlihat ceria itu dikabarkan dilarikan kerumah sakit akibat pendaharan otak, pad Kamis (23/9/2021) kemarin.

Hal itupun dibenarkan oleh anak dari Tukul yakni AKP Ega Prayudi yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

“Iya, betul (Tukul alami pendarahan otak),” kata ega singkat dikutip dari tribunnews.com. Ega juga membenarkan ayahandanya masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.

Melihat dari kondisi yang dialami Tukul, kita semua pasti tahu kalau otak sangat penting karena merupakan bagian dari sistem saraf pusat, yang tersusun dari sumsum tulang belakang. Otak juga merupakan bagian tubuh yang berfungsi sebagai pusat komando.

Dilansir dari berbagai sumber, diketahui otak merupakan organ tubuh yang sangat lunak dan lembut serta terdiri dari berbagai bagian.

Bagian yang terbesar didominasi oleh serebrum, yang mengendalikan kemampuan berbicara, ingatan, dan emosi. Ada juga batang otak, yang memiliki peran penting dalam situasi yang penuh tekanan.

Saat seorang berada dalam tekanan, otak akan memasuki mode melawan-atau-kabur, yang diatur oleh batang otak.

Otak juga mengendalikan tekanan darah dan pernapasan. Otak kecil (serebelum) merupakan bagian otak yang mengatur pergerakan, keseimbangan, dan interpretasi dari informasi yang dikirimkan oleh indera manusia.

Otak adalah bagian tubuh yang paling rawan mengalami kerusakan atau pendarahan, namun otak memiliki perlindungan yang baik.

Otak dilindungi oleh berbagai lapisan, seperti duramater dan cairan serebrospinal, yang juga dapat ditemukan di sumsum tulang belakang.

Dari luar, otak juga dilindungi oleh tengkorak, yang terdiri dari berbagai jenis tulang yang saling berhubungan.

Lalu apa saja penyebab dari kerusakan atau pendarahan pada otak: Hipertensi salah satunya. Seperti yang kita tahu otak adalah pengatur tekanan darah, hipertensi atau biasanya kita kenal dengan tekanan darah tinggi.

Hal itu bisa terjadi karena jantung yang memompa darah melalui pembuluh-pembuluh darah ketika pembuluh arteri menghadapi tekanan-tekanan.

Namun, terkadang tekanan ini dapat menjadi sangat tinggi. Hal ini akan menyebabkan pembuluh darah menjadi tertarik dan akhirnya pecah, sehingga darah mengalir keluar.

Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat, bahkan sedikitnya ada 30 persen warganya yang berusia 20 tahun ke atas sudah terkena hipertensi.

Hipertensi juga dapat menyebabkan aneurisma, yaitu suatu kondisi di mana dinding arteri membengkak dan menjadi lemah sampai akhirnya pecah. Kondisi itu menyebabkan pendarahan yang parah, yang terjadi di dinding jantung.

Namun selain tekanan darah tinggi, aneurisma otak dapat bersifat bawaan atau disebabkan oleh arteriosklerosis. Itu merupakan kondisi lain yang dapat menyebabkan pendarahan otak, namun jarang terjadi. Kondisi ini ditandai dengan terikatnya pembuluh darah dan arteri di otak.

Arteri mengalirkan darah kaya oksigen ke otak, sedangkan pembuluh darah membawa darah tanpa oksigen ke jantung, kemudian ke paru-paru untuk melepaskan karbon dioksida.

Karena terikatnya pembuluh darah dan arteri, fungsi keduanya akan terganggu, sehingga pembuluh darah akan mulai membengkak dan akhirnya pecah.

Kondisi itu dapat terjadi sejak lahir atau atau pada orang dewasa, akibat penimbunan plak di dinding arteri yang disebabkan kadar kolesterol yang tinggi.

Lalu gejala-gejala apa yang harus kita kenali dalam mengetahui penyakit pendarahan otak tersebut, seperti gejala yang dialami Tukul yang sempat mengalami pusing sebelum dilarikan kerumah sakit.

Gejala utama pendarahan otak yakni: 

  1. Sakit kepala yang terjadi secara mendadak dan menyakitkan
  2. Melemahnya otot atau otot berhenti bekerja
  3. Tidak mampu melakukan aktivitas sederhana seperti berbicara dengan benar
  4. Perubahan suasana hati
  5. Kehilangan ingatan
  6. Kepekaan terhadap cahaya
  7. Pusing
  8. Lumpuh atau mati rasa
  9. Hilangnya penglihatan
  10. Disorientasi atau kebingungan
  11. Leher kaku
  12. Merasa tidak enak badan
  13. Hilang kesadaran
  14. Kejang
  15. Penglihatan yang buram
  16. Muntah

Namun pendarahan otak tidak selalu dengan gejala sakit kepala. Sakit kepala hanya terjadi saat pendarahan terjadi pada daerah di sekitar otak, seperti di meninges.

Selain itu, ada kemungkinan pendarahan sudah terjadi sebelum gejalanya timbul. Hal ini biasanya terjadi pada pasien yang memiliki tekanan darah tinggi karena hal inilah hipertensi dikenal dengan penyakit yang membunuh.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hipertensi atau mencegah pendarahan pada otak. Tentunya kita bisa melakukan olahraga yang rutin, mengurangi aktivitas berlebih yang membuat stres, meningkatkan istirahat yang cukup, dan melakukan hal-hal positif lainnya. ()

Laporan: Meylinda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.